Maraknya pertumbuhan teknologi di virtual worlds kini bukan hanya konsumsi orang dewasa saja. Tidak dapat dipungkiri bahwa kini anak-anak kecil pun mulai dapat mengikuti perkembangan dunia maya ini melalui berbagai macam game yang terus saja berkembang dan semakin memikat mereka untuk terus memainkannya. Namun dampak dari permainan yang mereka geluti di dunia maya ini mungkin selama ini belum banyak menjadi pemikiran masyarakat luas.
Menurut sebuah diskusi grup dan penelitian pada hari Rabu (14/11) di University of Southern California yang membicarakan mengenai dampak virtual worlds pada anak-anak akhir-akhir ini, para peneliti mengakui telah lalai dengan mengabaikan dampak berbagai macam permainan ini bagi anak-anak. Namun MacArthur Foundation, sponsor dari diskusi panel ini, telah menghabiskan biaya jutaan dollar untuk melakukan penelitian untuk beberapa tahun yang akan datang guna meneliti dampak virtual worlds ini bagi anak-anak.
Dough Thomas, seorang professor dari USC's Annenberg School of Communication, mengatakan bahwa dalam banyak kasus, anak-anak telah diperkenalkan sejak dini pada teknologi yang mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi warga negara yang baik serta bagaimana memilih keahlian yang mereka butuhkan untuk hidup di masa mendatang. Lebih lanjut Thomas mengatakan, “Sebagai orang tua, saya tidak akan mengkhawatirkan tentang hal-hal kecil dalam permainan seperti online predator atau kekerasan didalamnya. Tetapi saya akan lebih mengkhawatirkan tentang bagaimana cara konsumsi dan gaya konsumsi diterapkan dalam sebuah permainan. Karena dalam virtual world ini, anak-anak diajarkan bahwa untuk menjadi warga negara yang baik haruslah memiliki barang-barang dan asesoris yang tepat, yang kesemuanya itu tentunya juga harus dibeli secara online”.
Namun di tengah berkembangnya game yang menciptakan virtual worlds bagi anak-anak ini, ternyata masih ada sedikit kepedulian yang ditunjukkan oleh beberapa vendor pembuat game dengan adanya education virtual worlds. Lebih lanjut jenis virtual worlds ini memang ditujukan untuk tujuan edukasi, dimana Modern Prometheus ini mengajarkan pada anak untuk belajar etika dan mengambil keputusan. Dalam game ini anak-anak dilibatkan dalam sebuah skenario di mana mereka harus membuat keputusan-keputusan strategis yang menyangkut etis dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Lebih lanjut Thomas menambahkan, “Pengetahuan memang berubah, dan pengetahuan merupakan serangkaian fakta yang terjadi. Sekarang sudah bukan lagi masalah ‘apa’ atau ‘dimana’, bagi anak-anak untuk belajar informasi. Namun kini yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini mampu beradaptasi dengan perubahan.” Sebagai orang tua kini sudah bukan waktunya lagi untuk mengkhawatirkan game apa yang dimainkan oleh anak kita, namun kita perlu khawatir jika anak kita tidak dapat bermain game, karena hal tersebut merupakan pertanda mereka tidak mampu beradaptasi mengikuti perkembangan yang ada.http://www.beritanet.com/Education/dampak-virtual-worlds-1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar